Jastrans Tangani Dokumen Teknik Inggris – Indonesia

Jastrans Tangani Dokumen Teknik Inggris – Indonesia

Lamongan. Sabtu (18/04), Jastrans menerima pekerjaan penerjemahan dari seorang klien asal Lamongan. Setelah melakukan identifikasi, diketahui bahwa dokumen tersebut merupakan jenis teknik, yaitu Manual Book (Buku Panduan) Mesin Pendingin dengan bahasa sumber bahasa Inggris.

Mengidentifikasi jenis dokumen sebelum memulai proses penerjemahan sangatlah penting. Hal ini untuk mengetahui apakah naskah atau dokumen yang akan diterjemahkan sesuai dengan bidang yang digeluti oleh penerjemah. Bidang teknik contohnya, tidak semua penerjemah berani menerjemahkan dokumen ini karena istilah-istilah teknik dirasa sangat spesifik dan membutuhkan kamus teknik tersendiri untuk memahaminya. Selain itu, tidak semua penerjemah memiliki kamus teknik berbahasa asing (Inggris, Mandarin, Jepang, Jerman, dll.).

Penerjemah yang bersedia menerjemahkan dokumen teknik umumnya: 1. Menyenangi bidang teknik sehingga antusias melakukan studi istilah, 2. Memiliki latar belakang pendidikan atau pernah bekerja di bidang teknik, 3. Telah mendalami atau menerjemahkan berbagai macam dokumen teknik selama bertahun-tahun. Meskipun demikian, terkadang ada saja penerjemah pemula yang terlalu berani menerima semua jenis dokumen. Karena itulah, sebagai klien anda harus bisa memilih penerjemah atau agensi penerjemahan yang tepat supaya tidak menyesal dengan hasil terjemahannya.

Dalam hal ini, Jastrans sebagai Brand dan Platform Layanan Bahasa telah berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, termasuk dalam bidang “Penerjemahan”. Dokumen yang masuk ke Jastrans akan terlebih dahulu diidentifikasi untuk mengetahui apakah dokumen tersebut jenis teknik, medis, hukum, atau selainnya. Kemudian, Manajer Proyek akan membuatkan penawaran dengan menyertakan data tim penerjemah yang akan menangani dokumen tersebut di mana pengalaman mereka diutamakan. Dengan demikian, klien bisa memastikan bahwa dokumennya akan benar-benar ditangani oleh penerjemah yang ahli dan berpengalaman.

“Berikut penawaran kami,” admin Jastrans menyampaikan  penawaran sebagaimana prosedur di atas.

“ Oke, besok bisa jadi (terjemahannya)? Saya DP 50%, ya! Apabila hasilnya kurang sesuai, harapan saya bisa consult lagi,” permintaan klien terjemahan pada Sabtu (18/04).

Proyek penerjemahan teknik kali ini masuk di akhir pekan, Sabtu (18/04). Berita baiknya, layanan admin Jastrans tetap aktif (7 Hari / Minggu) sehingga klien bisa berkonsultasi kapanpun. Layanan penerjemahan di luar hari kerja menyesuaikan dengan tim, beberapa tim berkenan menerima pekerjaan penerjemahan di akhir pekan dan hari libur nasional dengan sedikit biaya tambahan / lembur tentunya. Dan klien kali ini cukup beruntung karena lima (5) lembar hasil terjemahan dalam bahasa Indonesia bisa didapat dalam sehari di akhir pekan, Ahad (19/04).

Wahyu Nia Safitri

CRBC minta Jastrans sebagai Juru Bahasa Mandarin – Indonesia di Polda Jatim

Surabaya. Pesatnya kemajuan ekonomi Cina cukup terasa dampaknya di Indonesia, mulai dari banyaknya produk Cina yang di jual di Indonesia, kerja sama bilateral Cina – Indonesia, proyek pembangunan di Indonesia yang melibatkan kontraktor dan tenaga kerja Cina, dll.

Dalam hal ini, Jastrans sebagai Brand dan Platform Layanan Bahasa berkesempatan menyaksikkan dan terlibat dalam proses mediasi hukum Proyek Pembangunan Jalan Tol yang dikerjakan dengan sistem Join Operation (JO) antara China Road and Bridge Corporation (CRBC), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PT PP). Mediasi hukum tersebut dilaksanakan di Polda Jatim, Selasa (3/3).

Jastrans menugaskan seorang Juru Bahasa (Interpreter/Penerjemah Lisan) konsekutif pasangan Mandarin – Indonesia untuk membantu proses mediasi yang melibatkan seorang kewarganegaraan Cina dari CRBC. Mediasi didahului dengan Technical Meeting pada Senin (2/3) di Lobi Hotel Wyndham, Surabaya. Pertemuan “Pra-acara” ini sangat penting bagi Juru Bahasa untuk mendalami topik dan bidang bahasan dalam mediasi esok harinya (3/3).

Selain penguasaan terhadap tema, topik, serta istilah-istilah khusus dalam bahasa sumber dan target (Mandarin-Indonesia), hal lain yang perlu diperhatikan oleh Juru Bahasa ketika bekerja dengan orang asing (Cina) dari perusahaan besar kenamaan adalah ketepatan waktu dan kode etik kerja. Kode etik kerja di sini adalah cara untuk menciptakan kenyamanan kerja dengan klien asing, yakni dengan memahami budaya dan etos kerja mereka sehingga kita bisa beramah-ramah dengan klien.

Jastrans sangat mengutamakan kepuasan pelanggan dan untuk menjaga kualitas layanannya, Jastrans secara khusus mendesain lembar evaluasi online melalui google form yang bisa diisi oleh pelanggan. Lembar evaluasi tersebut berbentuk questionnaire yang menitik beratkan pada dua (2) poin utama, yaitu performa sikap (ketepatan waktu, pakaian, tindak tanduk selama bekerja, dan keloyalan) dan profesionalitas (kelancaran dan kejelasan dalam berbahasa serta intonasi dan penekanan).

Wahyu Nia Safitri

Mengapa Perlu Belajar Bahasa Mandarin?

Oleh Silvia Angelina
Seorang penerjemah lepas (freelance) pasangan bahasa Mandarin-Indonesia untuk serial drama, novel, komik, dan video games.

Dalam dua dekade terakhir, minat masyarakat untuk mempelajari bahasa Mandarin semakin besar. Hal ini terbukti dari banyaknya tempat kursus bahasa Mandarin dan tersedianya pelajaran bahasa Mandarin di beberapa sekolah swasta. Bahkan, beberapa universitas di Indonesia, baik swasta maupun negeri juga membuka prodi Sastra Tionghoa atau Keguruan bahasa Mandarin.  Pelajaran bahasa Mandarin ini bahkan sudah masuk kurikulum utama bukan lagi ekstra kurikuler seperti beberapa tahun lalu.

Hal ini terjadi karena Tiongkok adalah salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia. Banyak barang-barang yang diimpor dari Tiongkok, yang kualitasnya juga tidak kalah bagus dengan merek dari negara lainnya. Tidak usah jauh-jauh. Kebanyakan orang Indonesia memiliki ponsel yang berasal dari Tiongkok. Sebut saja Xiaomi, Oppo, atau Vivo. Meski ponsel-ponsel tersebut dirakit di Indonesia tapi produksi, paten dan mereknya adalah milik Tiongkok. Umumnya, barang-barang made in China tidak hanya murah tapi kualitasnya juga bagus, dengan spesifikasi yang lebih unggul

Selain itu, dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melesat dalam beberapa dekade terakhir sejak membuka diri kepada dunia luar pada tahun 1979, Negara Tirai Bambu ini diprediksi menjadi pemimpin ekonomi dunia menyaingi Amerika Serikat di masa depan.

Karena rakyat Tiongkok tidak bisa berbahasa Inggris maka mau tidak mau negara mana saja yang hendak menjalin kerja sama bisnis dengan negara ini perlu mempelajari bahasa Mandarin agar komunikasi dan negosiasi bilateral menjadi lebih lancar. Bahkan, untuk mempererat tali persahabatan sekaligus memperlancar bisnis, pemerintah Tiongkok juga menempatkan duta besar dan beberapa kantor konsulat jenderal di Indonesia, di antaranya Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Penulis sendiri punya pengalaman bahwa saat berkomunikasi dengan teman-teman dari Tiongkok, mereka begitu ramah dan bersahabat. Sedangkan saat komunikasi berganti dengan bahasa Inggris, mereka kerap bingung dan salah paham, meski mereka juga mendapatkan pelajaran bahsa Inggris di sekolah atau kampus.

Bagi pencari kerja, menguasai bahasa Mandarin akan memberikan poin lebih dan nilai tawar yang lebih tinggi kepada perusahaan, apalagi jika perusahaan tersebut memiliki hubungan bisnis dengan Tiongkok. Menguasai bahasa Inggris sudah wajib hukumnya karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Namun, jika pencari kerja punya keahlian bahasa Inggrsi yang bagus ditambah dengan bahasa Mandarin sebagai penunjang, maka akan meningkatkan nilai tambah calon karyawan tersebut bagi perusahaan.

Memang, bahasa Mandarin termasuk salah satu bahasa yang paling sulit dipelajari karena memiliki aksara tersendiri. Jumlah hurufnya yang ribuan dan memiliki empat nada, ditambah satu nada ringan, membuat banyak pembelajar bahasa Mandarin putus asa dan akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan belajarnya. Beda nada pengucapan saja sudah memiliki arti yang berbeda. Goresan yang kurang atau lebih juga akan mengubah arti. Terkadang, kalimat pendek dalam beberapa karakter saja bisa mempunyai makna luas dan mendalam.Meskipun demikian, sulit dipelajari bukan berarti tidak bisa dipelajari. Hanya saja, butuh waktu sedikit lebih lama, ketekunan, dan kesabaran untuk menguasainya. Namun, kabar baiknya adalah bahasa Mandarin memiliki struktur tata bahasa mirip bahasa Indonesia yang simpel.

Dengan latihan rutin dan secara terus menerus, dalam waktu kurang lebih dua tahun, seseorang sudah bisa berkomunikasi lancar dengan bahasa Mandarin dasar, baik itu menulis dengan tata bahasa yang tepat, mendengarkan, maupun berbicara. Untuk menguji keahlian bahasa Mandarin, seseorang bisa mengikuti ujian HSK (seperti TOEFL Bahasa Inggris) dan hasilnya berlaku selama dua tahun. Di Surabaya, satu-satunya lembaga yang melayani untuk ujian HSK adalah Fakultas Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra.

Referensi
https://www.cnbcindonesia.com/news/20191113145204-4-115001/kisah-china-dulu-kumuh-kini-jadi-raksasa-ekonomi-baru)
https://www.babbel.com/en/magazine/6-hardest-languages-for-english-speakers-to-learn)

Jastrans in East Java Translator Meeting

Surabaya. Jastrans people attended East Java Translator Meeting at The Library Hall of Airlangga University, Surabaya on Sunday, January 19th 2019. This meeting was held by The Association of Indonesian Translators (HPI) East Java. Around 200 Translators from different places in East Java with distinct language expertise came to this meeting, learning and sharing translation experiences together.

The Head of HPI East Java, Mr. Arif Furqon welcomed the participants and opened the meeting by making a three-times knocked sound on his microphone. Next, Mr. Indra Listyo, Vice Chairman of HPI Jakarta gave an introductory remark to begin the meeting. “HPI is a place for which Indonesian translators gather and learn together. This is a professional association which has been recognized by international entities and is a fellow of Fédération Internationale des Traducteurs / International Federation of Translators (FIT/IFT).”

The meeting ran enthusiastically guided by a cheerful MC, Mr. Dewantara Ratri who is also a senior translator from Surabaya. There was a get-to-know game in the beginning of the meeting which required the participants to talk and make a link with one another. That was so fun since the participant who made links the most, they received a reward at the end of the event. A lot of senior translators came to this meeting such as Ms. Vina and Ms. Ferdina Siregar – an international interpreter, Mr. Sony Novian – a successful interpreter from Jakarta, Mr. Ferry Toar – a senior translator, and many more.

Apart from sharing translation experiences, this meeting offered four learning topics including Building Business in Language Service, Introduction to Interpreting, Introduction to CAT Tools, and Achieving High-Quality Translation. Each topic was conducted in two sessions with approximately 22-25 participants per session and mentored by those senior translators. Due to the time and space limits, the participants were only allowed to take two different learning topics to join the discussion.

Couples of Jastrans fellows came to the meeting and shared the attendance in different learning sessions. They were Ms. Nia Zulkarnain – the General Manager of Jastrans, Ms. Maula Nissa – The Executive Team of Jastrans, Ms. Regina Mayura and Mr. Aziz Khoiri – The Translator Team of Jastrans, and Mr. Firman Afriyan Pratama, The Marketing Team of Jastrans. This was a motivating meeting that refreshed our knowledge and enthusiasm for deciding to work as a translator.

By Jastrans Team

We Are Here To Serve You


Don’t miss our best service offers of the year! 
Available for eight different languages in vice versa. 
Choose your preferred language expert at jastrans.co.id/ 

Translation and Interpreting Service │ Online Language Course

Jastrans 1st On-Site Debut

Malang. On Saturday, January 5th 2019, Jastrans made its first meetup with its team in the meeting point, exactly at Ubud Cottage, part of Ubud Hotel and Villas, Malang, East Java. The event took around five hours, from 03:00 – 08:00 PM, Western Indonesian Time.

We can say that it was the first on-site debut made by Jastrans and its team. Normally, Jastrans conducts a meeting online via Line video conference or group call. We know that Jastrans team so far has reached Tunisia, USA, and some big cities in Indonesia such as Surabaya, Malang, Jakarta, Bandung, and Jogjakarta. An on-site meeting gathering all Jastrans team members is pretty difficult. As if the company could make it, the meeting would cost so much for accommodation and transportation. Therefore, a regular online meeting is a good choice.

Since a group of Jastrans old members come from Malang, the company decided to make its first on-site debut in the city. Malang has more philosophy than a city to the company. It is a place where one of Jastrans founders pursues her master’s degree in English Language Teaching (ELT) at Universitas Negeri Malang (UM). It is now understandable when most of Jastrans members not only come from Malang but also is either a graduate or a student of UM.

The on-site meeting was attended by not only Indonesian team members but we could also see Ms. Mariem Ouaja from Tunisia, a master’s candidate in ELT, UM 2017. Apart from them, Mr. Alphian Zulkarnain, the founder and director of Jastrans was present, giving an introductory remark. In total, there were around 10 attendees in the meeting, including the executive and general team, marketer, and graphic designer across Malang area.

The meeting ran well with coffee break and dinner. Ms. Nia Zulkarnain, the Co-founder of Jastrans who is also the director’s representative, discussed the achievements of Jastrans along the period of six months from when Jastrans was established, the evaluation of Jastrans progress so far, and the next-year goals to accomplish. Many feedbacks were received from all the team members.

Ms. Maula Nissa, an Indonesian-English translator/tutor who reserves a position in the executive team, questioned how Jastrans would maintain its translation quality and language service quality in general. “Would there be an assessment quality or training to either maintain or improve our services or performances?”

Ms. Ouaja, another executive team, suggested, “We better focus on our work, not recruiting too many people to be our team. We should give the best services and maintain them to raise the customers’ trust. Later, they would be our promotor without us doing an exhausting promotion. Translation is a risky job which demands us to be linguistically knowledgeable and precise.”

Ms. Mayura, an Indonesian-English translator who reserves a position in the general team, said, “Jastrans has done good so far. It develops its system known as a web-based application order.jastrans.co.id. To attract customers, we might want to launch some discounts.”

Mr. Bagio Tjahjadi, a master’s graduate in ELT, UM who reserves a position in the general team conveyed, “We might want to make a daily sharing in our Whatsapp group thus we can educate one another about varied translation cases.”

Mr. Firman Alfiansyah, a master’s candidate of UM who reserves a position in the marketing team asked, “What languages that we offer in our services do not have the team yet? I’ll help to find them and support our needs.”

Mr. M. Hori, an Indonesian-English translator in the general team, asked, “If I participate in the ideas to the development of Jastrans, what will I receive in turn? Ideas are a priceless thing and susceptible to plagiarism.”

Source: Jastrans Team