Mengapa Perlu Belajar Bahasa Mandarin?

Mengapa Perlu Belajar Bahasa Mandarin?

Oleh Silvia Angelina
Seorang penerjemah lepas (freelance) pasangan bahasa Mandarin-Indonesia untuk serial drama, novel, komik, dan video games.

Dalam dua dekade terakhir, minat masyarakat untuk mempelajari bahasa Mandarin semakin besar. Hal ini terbukti dari banyaknya tempat kursus bahasa Mandarin dan tersedianya pelajaran bahasa Mandarin di beberapa sekolah swasta. Bahkan, beberapa universitas di Indonesia, baik swasta maupun negeri juga membuka prodi Sastra Tionghoa atau Keguruan bahasa Mandarin.  Pelajaran bahasa Mandarin ini bahkan sudah masuk kurikulum utama bukan lagi ekstra kurikuler seperti beberapa tahun lalu.

Hal ini terjadi karena Tiongkok adalah salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia. Banyak barang-barang yang diimpor dari Tiongkok, yang kualitasnya juga tidak kalah bagus dengan merek dari negara lainnya. Tidak usah jauh-jauh. Kebanyakan orang Indonesia memiliki ponsel yang berasal dari Tiongkok. Sebut saja Xiaomi, Oppo, atau Vivo. Meski ponsel-ponsel tersebut dirakit di Indonesia tapi produksi, paten dan mereknya adalah milik Tiongkok. Umumnya, barang-barang made in China tidak hanya murah tapi kualitasnya juga bagus, dengan spesifikasi yang lebih unggul

Selain itu, dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melesat dalam beberapa dekade terakhir sejak membuka diri kepada dunia luar pada tahun 1979, Negara Tirai Bambu ini diprediksi menjadi pemimpin ekonomi dunia menyaingi Amerika Serikat di masa depan.

Karena rakyat Tiongkok tidak bisa berbahasa Inggris maka mau tidak mau negara mana saja yang hendak menjalin kerja sama bisnis dengan negara ini perlu mempelajari bahasa Mandarin agar komunikasi dan negosiasi bilateral menjadi lebih lancar. Bahkan, untuk mempererat tali persahabatan sekaligus memperlancar bisnis, pemerintah Tiongkok juga menempatkan duta besar dan beberapa kantor konsulat jenderal di Indonesia, di antaranya Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. Penulis sendiri punya pengalaman bahwa saat berkomunikasi dengan teman-teman dari Tiongkok, mereka begitu ramah dan bersahabat. Sedangkan saat komunikasi berganti dengan bahasa Inggris, mereka kerap bingung dan salah paham, meski mereka juga mendapatkan pelajaran bahsa Inggris di sekolah atau kampus.

Bagi pencari kerja, menguasai bahasa Mandarin akan memberikan poin lebih dan nilai tawar yang lebih tinggi kepada perusahaan, apalagi jika perusahaan tersebut memiliki hubungan bisnis dengan Tiongkok. Menguasai bahasa Inggris sudah wajib hukumnya karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Namun, jika pencari kerja punya keahlian bahasa Inggrsi yang bagus ditambah dengan bahasa Mandarin sebagai penunjang, maka akan meningkatkan nilai tambah calon karyawan tersebut bagi perusahaan.

Memang, bahasa Mandarin termasuk salah satu bahasa yang paling sulit dipelajari karena memiliki aksara tersendiri. Jumlah hurufnya yang ribuan dan memiliki empat nada, ditambah satu nada ringan, membuat banyak pembelajar bahasa Mandarin putus asa dan akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan belajarnya. Beda nada pengucapan saja sudah memiliki arti yang berbeda. Goresan yang kurang atau lebih juga akan mengubah arti. Terkadang, kalimat pendek dalam beberapa karakter saja bisa mempunyai makna luas dan mendalam.Meskipun demikian, sulit dipelajari bukan berarti tidak bisa dipelajari. Hanya saja, butuh waktu sedikit lebih lama, ketekunan, dan kesabaran untuk menguasainya. Namun, kabar baiknya adalah bahasa Mandarin memiliki struktur tata bahasa mirip bahasa Indonesia yang simpel.

Dengan latihan rutin dan secara terus menerus, dalam waktu kurang lebih dua tahun, seseorang sudah bisa berkomunikasi lancar dengan bahasa Mandarin dasar, baik itu menulis dengan tata bahasa yang tepat, mendengarkan, maupun berbicara. Untuk menguji keahlian bahasa Mandarin, seseorang bisa mengikuti ujian HSK (seperti TOEFL Bahasa Inggris) dan hasilnya berlaku selama dua tahun. Di Surabaya, satu-satunya lembaga yang melayani untuk ujian HSK adalah Fakultas Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra.

Referensi
https://www.cnbcindonesia.com/news/20191113145204-4-115001/kisah-china-dulu-kumuh-kini-jadi-raksasa-ekonomi-baru)
https://www.babbel.com/en/magazine/6-hardest-languages-for-english-speakers-to-learn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *