CRBC minta Jastrans sebagai Juru Bahasa Mandarin – Indonesia di Polda Jatim

CRBC minta Jastrans sebagai Juru Bahasa Mandarin – Indonesia di Polda Jatim

Surabaya. Pesatnya kemajuan ekonomi Cina cukup terasa dampaknya di Indonesia, mulai dari banyaknya produk Cina yang di jual di Indonesia, kerja sama bilateral Cina – Indonesia, proyek pembangunan di Indonesia yang melibatkan kontraktor dan tenaga kerja Cina, dll.

Dalam hal ini, Jastrans sebagai Brand dan Platform Layanan Bahasa berkesempatan menyaksikkan dan terlibat dalam proses mediasi hukum Proyek Pembangunan Jalan Tol yang dikerjakan dengan sistem Join Operation (JO) antara China Road and Bridge Corporation (CRBC), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PT PP). Mediasi hukum tersebut dilaksanakan di Polda Jatim, Selasa (3/3).

Jastrans menugaskan seorang Juru Bahasa (Interpreter/Penerjemah Lisan) konsekutif pasangan Mandarin – Indonesia untuk membantu proses mediasi yang melibatkan seorang kewarganegaraan Cina dari CRBC. Mediasi didahului dengan Technical Meeting pada Senin (2/3) di Lobi Hotel Wyndham, Surabaya. Pertemuan “Pra-acara” ini sangat penting bagi Juru Bahasa untuk mendalami topik dan bidang bahasan dalam mediasi esok harinya (3/3).

Selain penguasaan terhadap tema, topik, serta istilah-istilah khusus dalam bahasa sumber dan target (Mandarin-Indonesia), hal lain yang perlu diperhatikan oleh Juru Bahasa ketika bekerja dengan orang asing (Cina) dari perusahaan besar kenamaan adalah ketepatan waktu dan kode etik kerja. Kode etik kerja di sini adalah cara untuk menciptakan kenyamanan kerja dengan klien asing, yakni dengan memahami budaya dan etos kerja mereka sehingga kita bisa beramah-ramah dengan klien.

Jastrans sangat mengutamakan kepuasan pelanggan dan untuk menjaga kualitas layanannya, Jastrans secara khusus mendesain lembar evaluasi online melalui google form yang bisa diisi oleh pelanggan. Lembar evaluasi tersebut berbentuk questionnaire yang menitik beratkan pada dua (2) poin utama, yaitu performa sikap (ketepatan waktu, pakaian, tindak tanduk selama bekerja, dan keloyalan) dan profesionalitas (kelancaran dan kejelasan dalam berbahasa serta intonasi dan penekanan).

Wahyu Nia Safitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *